Sunday, December 2, 2012
Sunday, November 18, 2012
Blokir!! Remove!!

Terinspirasi dari tulisan Ust. Fauzil Adhim di islammedia.com tentang status facebook anak. mengingatkan tentang beberapa hal yang sering saya dapatkan di dunia maya. hmmm... saya sebagai guru TIK yang sangat ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa dengan TIK khususnya internet banyak hal yang dapat dilakukan, banyak sarana yang kita dapatkan untuk menggali dan menambah ilmu pengetahuan, baik ilmu agama, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu-ilmu lainnya. dengan cita-cita besar kita membangun peradaban diharapkan dari belajar TIK ini anak-anak menjadi orang-orang yang mampu mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, tahu siapa penciptanya? dll. menjadi alimin atau ilmuwan-ilmuwan yang melek teknologi dan membawa warna baru dalam peradaban yang akan dibangun nanti khususnya dalam mewarnai informasi-informasi, teknologi yang bisa membawa manfaat dan menjadi teladan/rujukan kebaikan karena berbasis ketuhanan/Rabbaniyyah. bukan sebaliknya... mengenal internet malah ternodai dengan informasi yang kurang baik.
Contoh kecil saja Facebook atau situs jejaring sosial lainnya, sering saya dapati saya diblokir atau di hapus dari pertemanan, atau saya sudah di add malah tidak dikonfirm. hmmm... banyak alasan mungkin kenapa melakukan hal seperti itu. tapi yang jelas mah ketika ada yang memblokir atau me-remove atau mengelompokkan ke grup yang "dibatasi" patut dipertanyakan... ada apa???
setelah ditelusuri dari beberapa orang yang melakukan hal seperti itu ada hipotesa sementara yang didapat :
- Anak tersebut beranggapan bahwa saya orang yang berbahaya terhadap kebebasannya berekspresi di dunia maya. Terkait Status-statusnya, foto-fotonya, atau... status hubungannya dari lajang menjadi "relationship with".whatever lah... makanya di remove dari pertemanan atau malah diblokir. (astaghfirullah...) padahal saya manusia biasa yang tak bisa mengatur kehidupan siapapun atau menghakimi siapapun yang bersalah. Kewajiban saya hanya mengarahkan, mengajak, mengingatkan... setelah itu saya serahkan kepada pribadi masing-masing. Padahal... semua yang kita perbuat akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. ingatlah itu anak-anakku...
- Tidak ingin diketahui atau takut dihukum dan dilaporkan ke orang tua atau ke pihak kedisiplinan. Padahal... semua yang kita perbuat akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. ingatlah itu anak-anakku... Allah MAHA MENGETAHUI.
- Memang anak tersebut tidak pernah membuka facebook atau dilarang orang tuanya (tapi kalau yang ini sangat jarang) Saya bisa bernafas lega dan bersyukur, mungkin itu yang terbaik baginya.
- Benci atau tidak suka dengan saya. kalau yang seperti ini wajar saja karena selalu diingatkan malah anaknya yang menjadi tidak suka (risih). mungkin saya yang harus mengevaluasi diri mencari cara yang jauh lebih baik untuk mengingatkan.
Wallahu'alam bishowab... semoga bermanfaat...
===============================================================
Islamedia - SEKALI waktu, tengoklah status Facebook anakmu. Jelajahilah alam pikirannya. Pahamilah apa yang sedang terjadi padanya. Dan bersiap-siaplah untuk terkejut disebabkan apa yang berharga bagi hidupnya, membanggakan dirinya, menyenangkan hatinya dan menjadi keinginannya justru perkara yang kita membencinya. Mereka sangat berhasrat justru terhadap apa-apa yang kita ajarkan kepada mereka untuk menjauhi. Astaghfirullahal ‘adzim.
Sekali saat, periksalah status Facebook anak-anakmu. Ketahuilah apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya. Rasakan apa yang menjadi keinginan kuatnya. Rasakan pula yang membuatnya terkagum-kagum. Dan bersiap-siaplah untuk terperangah jika anak-anak itu lebih fasih mengucapkan kalimat-kalimat yang tak berharga, ucapan yang tak bernilai, pembicaraan yang mendekatkan kepada maksiat, dan bahkan ada yang mendekati kekufuran. Mereka berbicara kepada kita dengan bahasa yang kita inginkan, tetapi mereka membuka dirinya kepada manusia di seluruh dunia dengan perkataan-perkataan ingkar. Mereka menyiarkan keburukan dirinya sendiri, tetapi mereka tidak menyadarinya.Astaghfirullahal ‘adzim.
Kalau suatu saat ada kesempatan, cermatilah apa yang ditulis oleh anakmu, gambar apa yang ditampilkan dan siapa yang dielu-elukan di Facebooknya. Sadari apa yang telah terjadi dan sedang terjadi pada diri mereka. Ketahui perubahan apa yang menerpa jiwa mereka. Dan bersiaplah untuk terkejut bahwa apa yang tampak di depan mata tak selalu sama dengan apa yang terjadi di belakang kita. Mereka bisa bertutur tentang keshalihan karena berharap terhindar dari kedukaan atau bahkan kemurkaan kita. Tetapi di Facebook, mereka merasa merdeka mengungkapkan apa pun yang menjadi kegelisahan, keinginannya dan kebanggaannya yang benar-benar terlahir dari dalam diri mereka.
Beberapa waktu saya memeriksa akun Facebook anak-anak SDIT, alumni SDIT dan mereka yang masih belajar di SMPIT maupun SMAIT. Hasilnya? Sangat mengejutkan. Harapan saya tentang isi pembicaraan anak-anak yang telah memperoleh tempaan bertahun-tahun di sekolah Islam terpadu itu atau yang sejenis dengannya adalah sosok anak-anak yang hidup jiwanya, cerdas akalnya, tajam pikirannya dan jernih hatinya. Tetapi ternyata saya harus terkejut. Sekolah-sekolah Islam itu ternyata hanya mampu menyentuh fisiknya, tetapi bukan jiwanya. Betapa sedih ketika melihat anak-anak yang dulu jilbabnya besar berkibar-kibar, hanya beberapa bulan sesudah lulus dari SDIT atau SMPIT, sudah berganti dengan busana yang menampakkan auratnya dan ia perlihatkan kepada orang lain melalui foto-foto yang mereka pajang di Facebook
Tentu saja saya tidak dapat mengatakan bahwa pendidikan Islam terpadu, integral atau apa pun istilahnya telah gagal total. Tetapi apa yang dapat dengan mudah kita telusuri dari tulisan mereka diFacebook maupun media sosial lainnya memberi gambaran betapa kita perlu berbenah dengan segera. Selagi aqidah, akhlak dan secara umum agama ini hanya kita sampaikan secara kognitif, maka tak banyak perubahan yang dapat kita harapkan. Jika yang kita berikan adalah pelajaran tentang agama, dan bukan pendidikan beragama yang dikuati oleh budaya karakter yang kuat di sekolah, maka anak-anak itu mampu berbicara agama dengan fasih tapi tidak menjiwai. Tak ada kebanggaan pada diri mereka terhadap apa-apa yang datang dari agama; apa-apa yang menjadi tuntunan Allah Ta’ala dan rasul-Nya.
Astaghfirullahal ‘adzim. Na’udzubillahi min dzaalik.
Lalu apa yang merisaukan dari anak-anak itu? Sekurangnya ada tiga hal. Pertama, cara mereka berbahasa. Ini menggambarkan alam berpikir sekaligus kesehatan mental mereka. Kedua, sosok yang mereka banggakan dan mereka elu-elukan kehadirannya maupun tingkah-lakunya. Sosok yang menjadi panutan (role model). Ketiga, nilai-nilai dan keyakinan yang mereka banggakan sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku mereka, meskipun tak tampak di mata orangtua dan guru.
Betapa Mengenaskan Bahasa Mereka
Salah satu kelebihan Bani Sa’diyah adalah kefasihannya berbahasa. Kepada Halimah dari Bani Sa’diyah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam disusukan, sehingga masa kecilnya memperoleh pengalaman berbahasa yang baik. Tampaknya sepele, tetapi bagaimana kita berbahasa sangat mempengaruhi pertumbuhan mental dan perkembangan cara berpikir.
Adalah Alfred Korzybski, ahli semantik asal Rusia yang menunjukkan bahwa cara berbahasa yang salah berhubungan erat dengan mental yang sakit pada masyarakat. Terlebih jika kesalahan serius dalam berbahasa itu secara intens dilakukan oleh seseorang, utamanya lagi yang masih dalam tahap perkembangan sangat menentukan, yakni anak atau remaja. Dan kondisi mengenaskan inilah yang sedang terjadi pada anak-anak kita; dalam pergaulan dan terutama terlihat dari SMS maupun status facebook mereka.
Mari kita ingat kembali ketika Lev Vygotsky, seorang psikolog yang juga asal Rusia. Ia menunjukkan bahwa apa pun kecerdasan yang ingin kita bangun, kuncinya adalah bahasa. Ia juga menunjukkan betapa erat kaitan antara bahasa dan pemikiran. Penggunaan bahasa mempengaruhi cara berpikir. Siapa diri kita tercermin dari bagaimana kita berbahasa. Sebaliknya, cara kita berbahasa akan berpengaruh besar terhadap diri kita.
Nah, lalu apa yang bisa kita katakan terhadap anak-anak yang berbahasa alay dan berbicara dengan perkataan yang tak berguna penuh sampah? Sungguh, tengoklah status Facebook dan SMS mereka. Dan bersiaplah terkejut dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Khawatirilah apa yang akan terjadi pada diri mereka di masa-masa mendatang.
Astaghfirullah. Laa ilaaha illa Anta subhanaKa ini kuntu minazh-zhaalimin
Bukan Rasulullah Saw. yang Mereka Kagumi
Cara berbahasa mempengaruhi apa yang berharga dan apa yang tidak. Sulit bagi seseorang untuk mengagumi dan menjadikan seseorang yang cara berbahasanya sangat berbeda –apalagi bertolak-belakang—sedang sosok yang ingin mereka tiru, mereka banggakan dan mereka pelajari kehidupannya. Maka jangan heran jika mereka lebih terharu-biru oleh Justin Bieber daripada para shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Jangan terkejut pula jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam justru sosok yang sangat asing bagi mereka. Ironisnya, anak-anak yang seperti itu justru banyak lahir dari lembaga-lembaga Islam; sejak jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Apa pengaruhnya? Jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi sosok panutan (role model) yang mereka banggakan, maka mereka akan berusaha untuk mempelajari jejak-jejaknya, mengingati kata-katanya dan mencoba melaksanakan apa yang mereka mampu dalam hidupnya. Mereka juga bangga terhadap orang yang meniru sosok panutannya. Itu juga berarti, jika sosok panutan mereka adalah Justin Bieber atau Lady Gaga, maka atribut, kata-kata dan segala hal yang berkait dengan mereka akan mereka buru dengan penuh kebanggaan. Mereka juga berusaha mengidentifikasikan diri dengan sosok panutannya.
Na’udzubillahi min dzaalik. Laa haula wa laa quwwata illa biLlah
Pacaran Online Pun Terjadi
Maka, jangan terkejut jika anak-anak alumni SDIT yang masih belajar di SMPIT atau sekolah Islam sejenis justru amat liar pikirannya. Jangan terkejut juga jika menemukan anak seorang ustadz asyik pacaran online, mengungkapkan perasaan yang tidak sepatutnya ia ungkapkan kepada lawan jenis, apalagi membiarkannya diketahui oleh orang banyak. Sungguh, kemaksiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi lebih ringan nilainya dibanding kemaksiatan yang ia umumkan sendiri.
Ingin sekali berbincang lebih panjang. Tetapi tak tega rasanya berbicara blak-blakan tentang masalah ini.
Semoga catatan sederhana ini dapat menjadi pengingat untuk kita semua. Semoga Allah mudahkan kita menempuh kebaikan. Semoga pula Allah Ta’ala menjaga iman kita dan anak-anak kita.
Sebelum kita akhiri perbincangan ini, mari sejenak kita ingat firman Allah ‘Azza wa Jalla:
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa’, 4: 9).
Wallahu a’lam bishawab
Muhammad Fauzil Adhim, penulis buku-buku parenting [sumber:Hidayatullah]
Thursday, December 8, 2011
Senandung Cinta
Video ini semoga bermakna untuk murid-muridku di kelas 9. selama 3 tahun kita bersama semoga engkau selalu menjadi yang terbaik, mempersembahkan yang terbaik, dan mendapat yang terbaik...
Melintasi sang waktu
beriring bersamamu
suka duka berjuang denganmu
sabarlah permataku
oh permata bisikanlah cinta
senandungkan bahagia di jiwa
genggam asa tuk meraih cita
generasi dirindu Ilahi
(Aditya Widi Nugorho, Sekolah Alam Indonesia)
Monday, November 28, 2011
Sunday, November 27, 2011
KHODIJAH 9 RIWEUH
Memang Lucu ya...
lihat anak-anak pada kebingungan haahahaaa....
ada yang ngupil, ada yang cengoooo ga jelas, ada yang kesel karena e-mailnya ga bisa kebuka... nih kayak anak yang satu ini (gambar ke-2)... be-te karena e-mailnya kagak bisa dibuka. Hari Senin jam ke-3 & 4 jam-jam paling heboh... kelas yang paling bawel di kelas 9. Kocak abis... dengan kepanikan dari NK yang suka nangis tiba-tiba kalo dia ga bisa, trus dengan lemang-nya Sofia, waaaah... rame deh. seruuu... malahan di foto kali ini saya menemukan soerang Fauzia sedang membersihkan hidungnya (Lihat gambar 1) -seperti ngupil ya???- hehehehe... trus di komputer terdepan ada Aufa yang cerewetnya minta ampun... Subhanallah... Lucu-lucu dan menggemaskan. Love you all....Monday, October 3, 2011
Assyifa Boarding School Meluncur Dengan Roket Air
Berita gembira dan membanggakan kami dapatkan dari salah satu lomba yang telah sekolah kami ikuti. kali ini sekolah kami mendapat peringkat ke 2 tingkat Provinsi dalam kompetisi roket air yang diselenggarakan oleh PP IPTEK di Kota Baru Parahyangan, Bandung tanggal 2-3 Oktober 2011. Dari 100 peserta yang ikut andil dalam lomba tersebut, alhamdulillah SMPIT Assyifa mendapat juara ke II yang diperoleh Rika Hasna Sa'adah siswi kelas 8. terimakasih atas do'a dan dukungannya, semoga Assyifa Boarding School mendapat keberkahan.
Thursday, September 15, 2011
Wednesday, September 14, 2011
Memulai lagi
Hampir pudar aku dalam warna pelangi
meraih harap dalam gelap
aku mengais kasih dalam jiwa yang rapuh
seolah raga mendapati jiwa datang dan pergi
selalu terlena oleh lelap
dalam harap harusnya aku bersimpuh
maafkan diri ini wahai jiwa
aku sudah lama tak lagi bercengkrama dalam hening malam
walaupun hanya merenung ditemani dingin yang bisu
terlalu sombong aku dengan indahnya cinta
terlalu angkuh aku dengan rindu yang bersemayam
sehingga meninggalkanmu tanpa disadari olehku
aku ingin mulai hari ini aku bersamamu kembali selamanya
Wednesday, August 18, 2010
Mars Assyifa
Sebuah mimpi membangun peradaban
Bulatkan tekad singkirkan ketakutan
Kepalkan tangan semangat bergelora
Pantang menyerah terus melangkah
Pasang surut ujian menjelma
Menjadi cita-cita mulia kami
Halang rintang onak duri menghadang
Menghadirkan kegigihan menggapai asa
Reff:
Kami pemuda generasi yg tangguh
Kaki kami tak kenal lelah terus melangkah
Tangan kami bertawakal trus panjatkan doa
Semangat perubahan membangun peradaban
(2x)
Semangat perubahan membangun peradaban !!!
oleh Hana Izzatul Jannah Siswi SMAIT Assyifa
Monday, October 19, 2009
Sebongkah Kegundahan
Satu buah hatiku terpuruk
Tak kan kubiarkan yang lainnya terjauh
Satu anakku terlepas
Kan kudekap hangat yang ada
Separuh asaku melayang
Kan ku genggam erat yang tersisa
Anakku…. Maafkan aku
Mungkin kau terlalu lama menanti pelukanku
Mungkin terlalu sedikit belaian yang kuberikan
Hingga kau lama dalam kesepian
Anakku… maafkan aku
Mungkin terlalu besar harap yang kutitipkan padamu
Mungkin terlalu berat beban yang kau sandang
Hingga kau jatuh dalam keputusasaan
Ya Ghafur…
Ampuni hambaMu yang bodoh ini
Ampuni hambaMu yang telah lalai menjaga amanahMu
Kumohon jangan hokum hamba
Karena tak kan sanggup hamba menanggungnya
Kumohon ya Rabb terimalah taubat hamba
Dikutip dari acara dauroh murabbi/murobbiyah As syifa Boarding School
Saturday, October 17, 2009
Sepucuk surat untuk saudaraku
Assalamu’alaikum wr.wb
Maha Suci Engkau ya Rabb… yang telah menciptakan jiwa-jiwa yang tak pernah buta akan kebenaran.
‘demi matahari dan sinarnya dipagi hari, demi bulan apabila ia mengiringi, demi siang apabila ia menampakkan diri, demi malam apabila ia menutupi, demi langit dan seluruh binaannya, demi bumi dan seluruh hamparannya, demi jiwa dan seluruh penyempurnaannya, Allah mengilhamkan sukma kebaikan dan keburukan, beruntunglah bagi orang yang mensucikannya dan merugilah bagi yang mengotorinya’.
Shalawat yang tak pernah henti mari kita lantunkan kepada nabi akhiruzaman, pembawa kebenaran yang menuntun kita untuk mengenal cahaya Allah dan ke Esa-an Allah.
Ya Illahi… ampuni jika diri ini selalu melupakanMu, ampuni diri ini yang tak pernah henti berbuat kesalahan semoga Engkau tetap mengampuni.
Wahai saudaraku…
Damainya surga dan keindahan taman-tamannya, tak satu pun dapat menggambarkannya. Keindahan yang tak ada tandingannya, kedamaian yang tiada bandingannya. Semua itu Allah berikan kepada ummatNya yang senantiasa menjunjung tinggi aturan-aturannya, berpegang teguh akan agamaNya, dan senantiasa mencari penerang cahayaNya untuk menerangi langkah hidupnya. Tidakkah kita ingin untuk berada di sana? Tidakkah kita ingin duduk-duduk diberandanya menikmati sejuk dan damai alamnya? Semua pasti menginginkannya.
Wahai saudaraku…
Perjuangan untuk menggapai surga itu tidaklah mudah, banyak tantangan, jalan menujunya seolah jalan yang terjal berliku, menanjak, penuh onak dan duri disetiap kaki kita melangkah di jalannya. Namun semua itu bisa dijalani dan dilewati ketika ada Allah di hati. Memang tak mudah! Namun pasti bisa didapat asalkan kita mampu menyusuri jalan-jalan itu dengan kesabaran, ketabahan, keikhlasan, kejujuran, kebersihan hati dan perjuangan yang semua itu dibalut dengan keimanan yang sempurna.
Keimanan yang sempurna sungguh merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap insan yang menginginkan kenikmatan surgaNya, namun sejauh manakah keimanan kita? Mari kita raba diri. Mari kita bertanya pada hati nurani kita. Jika kita ingin mengetahui sejauh mana kedudukan Allah di dalam hati kita, tanyakan pada hatimu. Karena dari situlah kita mengetahui kedudukan kita di mata Allah, jangan sampai kita mengucapkan Allahu akbar, namun di hati kita masih ada yang lebih besar dan lebih kau agungkan daripadaNya.
Saudaraku…
Kebersihan hati dan kedudukan kita di mata Allah, jika kita lihat bukankah kedua hal itu saling berkaitan erat dan berbanding lurus? Mari kita ingat kembali ayat-ayat Allah yang menyebutkan tentang kebersihan jiwa dan keimanan itu! Salah satunya:
‘sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah ketika disebutkan nama Allah maka bergetarlah hatinya dan apabila diperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaanNya bertambahlah keimanannya dan hanya kepada Tuhan-nyalah mereka berserah’.
Kebersihan hati dan ketajaman pandangannya akan selalu membawa kita kepada hal yang positif, kepada hal-hal yang membuat hati dan jiwa ini tenang. Apapun yang ada dihadapan, kita sikapi dengan baik dan positif. Karena sesungguhnya apa yang kita keluarkan dari diri kita baik itu perbuatan dan perkataan adalah cerminan dari kebersihan hati dan kedekatan diri kita kepada Allah. Bukankah begitu wahai saudaraku?
Segala sesuatu yang positif yang kita berikan, insyaallah akan memberikan efek/timbal balik yang positif pula pada diri kita. Dan ketika kita cermati dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasakan hal itu. Ketika orang lain berbuat baik kepada kita, kita pun akan memberikan respon yang baik pula terhadap saudara kita itu. Maha Suci Allah… tiada satupun yang tersia, bahwa apa yang kita dapatkan adalah apa yang kita berikan.
Penyikapan dalam segala hal, sikap positiflah yang senantiasa harus kita berikan. Semua itu berawal dari sejauh mana kedekatan kita kepada Allah. Dengan hal itu kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang selalu dirindukan, pribadi-pribadi yang selalu dinantikan, pribadi yang dicintai karena apa yang dia berikan adalah semua hal yang baik yang telah Allah tanamkan dalam hatinya. Selalu ada cinta, selalu ada rindu dan selalu ada rasa sayang dalam dirinya dan itulah hal yang dia berikan kepada apapun yang ada di dalam kehidupannya.
Wahai saudaraku…
Tautan hati kita kepada Allah dan kedekatan kita kepadaNya memberikan efek yang luarbiasa. Begitu pula sebaliknya, ketika tautan hati kita kepada Allah terputus dan kita jauh dari aturan-aturanNya, maka kitapun akan mendapatkan sesuatu yang sama pula. Oleh karena hal itu Allah tidak akan menjadikan diri kita menjadi pribadi-pribadi yang dicintai, tidak akan menjadi pribadi-pribadi yang dirindukan, dan tidak akan menjadi pribadi-pribadi yang mendapatkan kasih sayang dalam kehidupan kita.
Maha Suci Allah yang telah menciptakan jiwa-jiwa kita dengan kesempurnaannya, beruntunglah bagi yang membersihkannya dan merugilah bagi yang mengotorinya.
‘barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menolak karena Allah, maka sempurnalah imannya’. (HR. Abu dawud)
Saudaraku…
Semoga hati-hati kita tetap terpaut dan terjaga oleh persaudaraan karena Allah. Sebuah rasa cinta yang Allah berikan kepada hati-hati kita akan memberikan kedamaian yang tiada tara saat itu kita tempatkan dan kita berikan kepada setiap apa yang ada dikehidupan kita. Karena ketika Allah mencintai salah satu hambanya, maka semua makhluk, langit dan bumi beserta isinya pun akan turut mencintainya. Oleh karena itu mari kita rajut kembali benang ukhuwah yang terserak, kita berikan satu pencerahan sebagai awal menapaki kehidupan ke depannya.
Saudaraku…
Mengapa harus ada cinta?
Saudaraku…
Mengapa harus ada hati?
Saudaraku…
Mengapa harus ada diri?
Saudaraku…
Mengapa harus ada kedekatan kepada Allah?
Saudaraku…
Mengapa harus ada pribadi yang penuh cinta?
Saudaraku…
Mengapa harus ada tautan hati?
Saudaraku…
Mengapa harus ada semuanya?
Ya! Karena kita semua adalah orang yang mendambakan surga dengan kita berusaha menjadi pribadi-pribadi yang tak lepas tautan kita kepada Allah dalam hati kita dan kita harus menjaga apa yang ada pada diri kita, menjaga apa yang ada pada diri orang-orang di sekitar kita dengan hiasan cinta dan balutan iman kepadaNya.
Saudaraku…
Maafkan bila diri ini memberikan satu ruang hati yang membuat cinta itu hilang, maafkan jika diri ini tak menunaikan kewajiban dan hak sebagai seorang saudara.
Tak ada surga, tak ada cinta, tak ada hati, tak ada saudara, tak ada ukhuwah, tak ada kedamaian, bila di antara sesama kita hanyalah mengedepankan pikiran negatif, yang ada hanyalah neraka, benci, hawa nafsu, permusuhan, gunjingan, dsb. Sungguh jauh dari aturan-aturan Allah wahai saudaraku…
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. (Al-Hujurat:12)
Sahabat Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah saw pada suatu ketika naik mimbar, lalu dengan suara lantang beliau memanggil: "Wahai orang yang beriman hanya dengan lisan, dan perkataan iman itu tidak sampai di hati, janganlah kamu menyakiti kaum muslimin dan jangan pula membuka rahasia mereka. Barangsiapa membuka rahasia sesama muslim, maka Allah akan membuka rahasia dirinya. Dan barangsiapa suka membuka rahasia orang lain, pasti rahasia dirinya akan terbuka dengan lebih keji sekalipun rahasia itu berada di dalam perut binatang kendaraannya." (HR. Tirmidzi).
Ibnu Umar ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw telah bersabda: "Barangsiapa terlepas dari syafaat lantaran melanggar hukum Allah, maka Allah sangat membencinya, Barangsiapa berbantah dalam perkara batil sedangkan dia tahu kalau hal itu batil, maka dia akan selalu berada dalam kemurkaan Allah sehingga dia lari dari kebatilan tersebut. Dan barangsiapa menggunjing seorang mukmin dengan tanpa adanya bukti, maka Allah akan menempatkannya dalam kehinaan sehingga dia mengakhiri pergunjingan itu." (HR. Abu Dawud).
Wahai saudaraku…
Diri kita jauh dari kesempurnaan. Baik itu kesempurnaan beribadah, bermuamalah, berkata, berbuat, dsb. Namun kita masih punya keyakinan bahwa Allah senantiasa mengerti apa yang ada pada hati-hati kita. Maka dari itu hadirkan kembali cintaNya dalam setiap kehidupan kita agar kita dapat menjalani hidup ini tanpa ada rasa benci, dengki, dsb. Dan yang ada hanyalah kedamaian dan keindahan dalam menjalani kehidupan.
Wahai saudaraku…
Walau terkadang, realita tidak sesuai idealita membuat kita ingin berontak, dan terkadang memaksakan apa yang kita punya dan apa yang kita pahami untuk kita berikan ke orang lain agar sesuai dengan keinginan kita. Sungguh tidaklah bijak!
Wahai saudaraku…
Setiap pribadi kita mempunyai kekurangan dan kelebihan, yang semua itu tidak bisa kita pungkiri. Menerima kekurangan diri dan senantiasa memperbaikinya itulah jalan kita untuk menjadi pribadi yang bijak. Menerima kelebihan dan kekurangan orang lain itulah salah satu jalan untuk kita bisa dicintai karena kita telah bijak dalam menyikapi hati.
Wahai saudaraku…
Mari kita berpikir sejenak… apa yang sebenarnya kita cari?
Apa yang sebenarnya kita tuju?
Apa yang sebenarnya telah kita beri?
Apa yang sebenarnya telah kita dapat?
Apa yang selama ini kita perbuat?
Apa yang selama ini telah kita goreskan?
Apa yang selama ini yang telah kita katakan?
Cukup hati-hati kita yang tahu. Namun yakinlah… bahwa segala sesuatu yang kita cari selalu ada campur tangan Allah. Segala sesuatu yang kita tuju selalu melibatkan keinginan-keinginan kita, idealism kita, walaupun terkadang apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita berikan. Karena bisa jadi semua itu erat kaitannya dengan perbuatan kita yang disadari ataupun tidak kita telah goreskan kebaikan dan keburukan kepada orang lain dengan apa yang telah kita katakan.
Wahai saudaraku…
Mari kita sama-sama memperbaiki diri. Ketika benci itu ada dalam hati kita mari kita ubah menjadi sebuah cinta. Ketika ada kekurangan pada diri kita masing-masing sikapilah dengan baik dan positif. Ketika kurang berkenan di hati, utarakanlah itu dengan baik dan dengan bahasa orang lain dapat menerima itu. Mari berusaha untuk selalu berpikir positif, mari berusaha untuk berikan kesan yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (Al-Isra:36)
Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: "Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab prasangka adalah sejelek-jelek perbuatan (pembicaraan). Janganlah kamu saling mencari-cari kejelekan dan kesalahan orang lain, Janganlah saling menghina, janganlah saling dengki mendengki, Janganlah saling jauh menjauhi, dan Janganlah saling mengumbar emosi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Bukhari)
Bagaimana Allah akan memberikan cintaNya kepada kita ketika masih ada dengki, hasud, iri, prasangka, dan berbagai penyakit hati lainnya?
dan adakah jalan menuju kenikmatan surga ketika ada di sela-sela hati kita masih ada benang ukhuwah yang masih belum rapih?
Dan bagaimana bisa orang lain akan mencintai kita jika setiap hal pada diri orang lain kita sikapi dengan negatif?
Dan adakah jalan untuk dirindukan serta disayangi jika kita tutup hati kita dengan mengedapankan prasangka kurang baik?
Dan adakah kemuliaan di sisi Allah ketika kita memberikan kehinaan kepada orang lain?
Dan adakah kebaikan dalam buku catatan amal kita jika kita mengumbarkan keburukan orang lain?
Wahai saudaraku… mari kita renungkan semua itu…
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui”(An Nur : 19)
Jika waktu yang telah kita lalui terkadang kita masih berakhlaq kurang terpuji, maka mulai dari detik ini pula kita berusaha untuk memperbaikinya. Mari bersama-sama berusaha untuk menjadi teladan yang baik dalam lingkungan kita. Tunjukkan bahwa akhlaq seorang muslim adalah akhlaq yang terpuji selalu ada cinta, prasangka baik, kasih sayang dan kedamaian. Sehingga siapapun yang melihat pribadi-pribadi kita, mereka akan menjadi menyukai ajaran Allah dan mencintai Allah dengan cinta yang sebenar-benarnya.
“pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya).”(An Nur :24-25)
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semuanya, memberikan keberkahan yang luarbiasa di bumi peradaban ini untuk kita menuai kenikmatan surga di akhirat nanti.
Maafkan jika diri ini jauh dari kesempurnaan.
Sahabat Ahi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamu, Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah menyambung tali persaudaraan. Dan barangsiapa beriman kepada Allah, dan hari akhir, hendaklah berbicara yang baik atau berdiam diri." (HR. Bukhari dan Muslim).
Wallahu’alam bishowab… moga kita bisa menjadi pribadi yang dicintai.
Friday, October 16, 2009
CINTA IBU
Mari kita renungkan...
DELAPAN KEBOHONGAN SEORANG IBU DALAM HIDUPNYA
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisahini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah danbekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi sepertiini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya
Thursday, September 10, 2009
Ramadhanku
kulihat Ramadhan dari kejauhan.... ku dekati lalu ku sapa ia, "Hendak kemana?" dengan lembut ia berkata, "Aku harus pergi, mungkin jauh dan sangat lama... tolong sampaikan pesanku untuk si MUKMIN: Syawal akan tiba sebentar lagi, ajaklah SABAR untuk temani hari-hari dukanya. peluklah ISTIQOMAH saat dia kelelahan dalam perjalanan TAQWA. bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang. Mintalah nasihat dari QUR'AN dan SUNNAH di setiap masalah yang dihadapi. Sampaikan pula salam dan terima kasih untuknya karena telah menyambutku dengan suka-cita. Kelak..... akan ku sambut Ia di SYURGA dari pintu ARRAYAN.
Wednesday, September 9, 2009
RAMADHAN
Setelah sekian lama tidak dilirik....
akhirnya blog ini dapat ter up-date kembali. Alhamdulillah. ada beberapa hal yang ingin disampaikan kepada sahabat-sahabatku semua. Di antaranya di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini banyak sekali cerita dan hikmah yang terjadi.
Ramadhan kali ini, menjadi Ramadhan yang ke-2 di Bumi Peradaban, yang subhanallah memberikan satu pencerahan bagi diri saya pribadi.
banyak mendapat pelatihan yang begitu bermanfaat... syukran kepada pihak sekolah yang telah memberikan pasilitas yang tiada terhitung harganya.
dan Ramadhan kali ini, adalah Ramadhan yang memberikanku sebuah mutiara yang sangat berharga bagi kehidupan. berawal dari hadirnya anak-anak murid yang menemani hari-hari indah. pokoknya.... bermakna.
akhirnya blog ini dapat ter up-date kembali. Alhamdulillah. ada beberapa hal yang ingin disampaikan kepada sahabat-sahabatku semua. Di antaranya di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini banyak sekali cerita dan hikmah yang terjadi.
Ramadhan kali ini, menjadi Ramadhan yang ke-2 di Bumi Peradaban, yang subhanallah memberikan satu pencerahan bagi diri saya pribadi.
banyak mendapat pelatihan yang begitu bermanfaat... syukran kepada pihak sekolah yang telah memberikan pasilitas yang tiada terhitung harganya.
dan Ramadhan kali ini, adalah Ramadhan yang memberikanku sebuah mutiara yang sangat berharga bagi kehidupan. berawal dari hadirnya anak-anak murid yang menemani hari-hari indah. pokoknya.... bermakna.
Thursday, April 9, 2009
Tiga Renungan Saat Dicela
banyak orang yang hancur karena takut celaan manusia dan suka sanjungan. ini termasuk yang harus diobati. namun, jika ada orang yang berbuat lancang kepadamu, karena apa yang dia katakan itu tidak ada pada dirimu, maka engkau perlu merenungkan tiga hal berikut:
pertama jika engkau tidak merasa memiliki aib seperti yang dikatakannya, boleh jadi engkau memiliki aib yang serupa. bersyukurlah kepada Allah karena banyak aibmu yang ditutupi oleh Allah dan tidak ada orang yang mengetahuinya serta membukanya kepadamu.
kedua, tindakan itu merupakan penebus dosa-dosamu, dan
ketiga, jika dia tetap mencelamu, maka berdo'alah agar dosanya diampuni oleh Allah SWT, sebagaimana diriwayatkan bahwa ada orang yang mencaci maki Ibrahim bin Adham. tapi justru ibrahim memohonkan ampunan bagi orang tersebut.
(Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidun)
pertama jika engkau tidak merasa memiliki aib seperti yang dikatakannya, boleh jadi engkau memiliki aib yang serupa. bersyukurlah kepada Allah karena banyak aibmu yang ditutupi oleh Allah dan tidak ada orang yang mengetahuinya serta membukanya kepadamu.
kedua, tindakan itu merupakan penebus dosa-dosamu, dan
ketiga, jika dia tetap mencelamu, maka berdo'alah agar dosanya diampuni oleh Allah SWT, sebagaimana diriwayatkan bahwa ada orang yang mencaci maki Ibrahim bin Adham. tapi justru ibrahim memohonkan ampunan bagi orang tersebut.
(Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidun)
Wednesday, April 8, 2009
Harapan Itu Selalu Ada dan Insya Allah Terwujud
ikhwah fillah...
hari ini, 9 april 2009..pesta rakyat Indonesia telah berlangsung...semoga akan membawa perubahan di negeri kita tercinta. setelah kita lewati berbagai rintangan, tantangan, hambatan....
tapi mudah-mudahan itu tidak menyurutkan langkah kita untuk terus berjuang di jalan dakwah ini. karena seseorang yang bekerja keras dengan kondisi serba sulit niscaya dialah yang lebih dekat dengan kesuksesan. selalu ada jalan disetiap langkah hidup orang beriman, karena mereka punya modal keimanan. keyakinanPASTI bahwa Allah MAHA PENGASIH dengan luasnya kasih sayangNya.... berbahagialah dengan keimanan yang kita miliki karena dengannya kita sanggup taklukan dunia.....
bangkitlah sahabat...harapan itu di depan mata
hari ini, 9 april 2009..pesta rakyat Indonesia telah berlangsung...semoga akan membawa perubahan di negeri kita tercinta. setelah kita lewati berbagai rintangan, tantangan, hambatan....
tapi mudah-mudahan itu tidak menyurutkan langkah kita untuk terus berjuang di jalan dakwah ini. karena seseorang yang bekerja keras dengan kondisi serba sulit niscaya dialah yang lebih dekat dengan kesuksesan. selalu ada jalan disetiap langkah hidup orang beriman, karena mereka punya modal keimanan. keyakinanPASTI bahwa Allah MAHA PENGASIH dengan luasnya kasih sayangNya.... berbahagialah dengan keimanan yang kita miliki karena dengannya kita sanggup taklukan dunia.....
bangkitlah sahabat...harapan itu di depan mata
Monday, April 6, 2009
Hikmah Dibalik Pemberian-Nya
suatu hari saya mengikuti acara taujih di masjid dekat dengan asrama saya tinggal (Al-Falah)...jujur memang pada awalnya saya kurang menyimak isi dari taujih yang disampaikan oleh ustadz yang memberikan materi....
tapi...setelah beberapa lama....saya memperhatikan tayangan slide yang ada di depan.
sang Ustadz menayangkan slide tentang seorang seoarang pemuda yang meminta kepada Allah agar diberikan bunga dan kupu-kupu yang indah...
nahhh dari saitulah saya mulai tertarik dengan materi yang disampaikan oleh ustadz...
ceritanya kurang lebih seperti ini:
suatu hari ada seorang pemuda yang meminta kepada Allah agar diberikan bunga dan seekor kupu-kupu yang indah. tapi pada kenyataannya sang pemuda tersebut mendapatkan bunga kaktus yang berduri dan sama sekali tak berbunga dan seekor ulat...lalu...pemuda itu sangat kecewa atas apa yang ia dapat...
berhari-hari berminggu-minggu dia tidak mempedulikan kaktus dan ulatnya, namun dalam hati kecilnya tak bisa dipungkiri.. dia masih tidak menerima dengan apa yang ia dapat...
dia berdo'a kepada Allah...ya Allah mengapa Engkau memberiku kaktus dan seekor ulat padahal aku meminta bunga yang indah dan kupu-kupu yang cantik.
si pemuda terus saja berdo'a....setelah beberapa hari sang pemuda terkejut dengan apa yang ia lihat.
ia terdiam dan terpana menyaksikan apa yang ia lihat...
dia mendapati kaktusnya berbunga dengan bunga yang sangat indah.. dan ulat yang menjijikan tadi berubah jadi seekor kupu-kupu yang cantik.
barulah dari sana si pemuda tersebut menyadari bahwa apa yang kita pintakan kepada Allah pasti Dia berikan, namun Allah selalu memberikan pelajaran dan hikmah sangat berharga disetiap apa yang diberikannya.. baik itu ujian hidup, kesenangan, kebahagiaan, sedih, dsb.
dan satu hal bahwa Allah memberikan apa yang kita butuhkan dan Dia tidak memberikan apa yang kita inginkan. sesuatu hal yang menurut kita baik, belum tentu baik dihadapan Allah, dan bisa jadi sesuatu yang menurut kita tidak baik itulah yang terbaik menurut Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
nah...itulah cetita yang ustadz sampaikan dalam taujih itu...
moga bermanfaat
tapi...setelah beberapa lama....saya memperhatikan tayangan slide yang ada di depan.
sang Ustadz menayangkan slide tentang seorang seoarang pemuda yang meminta kepada Allah agar diberikan bunga dan kupu-kupu yang indah...
nahhh dari saitulah saya mulai tertarik dengan materi yang disampaikan oleh ustadz...
ceritanya kurang lebih seperti ini:
suatu hari ada seorang pemuda yang meminta kepada Allah agar diberikan bunga dan seekor kupu-kupu yang indah. tapi pada kenyataannya sang pemuda tersebut mendapatkan bunga kaktus yang berduri dan sama sekali tak berbunga dan seekor ulat...lalu...pemuda itu sangat kecewa atas apa yang ia dapat...
berhari-hari berminggu-minggu dia tidak mempedulikan kaktus dan ulatnya, namun dalam hati kecilnya tak bisa dipungkiri.. dia masih tidak menerima dengan apa yang ia dapat...
dia berdo'a kepada Allah...ya Allah mengapa Engkau memberiku kaktus dan seekor ulat padahal aku meminta bunga yang indah dan kupu-kupu yang cantik.
si pemuda terus saja berdo'a....setelah beberapa hari sang pemuda terkejut dengan apa yang ia lihat.
ia terdiam dan terpana menyaksikan apa yang ia lihat...
dia mendapati kaktusnya berbunga dengan bunga yang sangat indah.. dan ulat yang menjijikan tadi berubah jadi seekor kupu-kupu yang cantik.
barulah dari sana si pemuda tersebut menyadari bahwa apa yang kita pintakan kepada Allah pasti Dia berikan, namun Allah selalu memberikan pelajaran dan hikmah sangat berharga disetiap apa yang diberikannya.. baik itu ujian hidup, kesenangan, kebahagiaan, sedih, dsb.
dan satu hal bahwa Allah memberikan apa yang kita butuhkan dan Dia tidak memberikan apa yang kita inginkan. sesuatu hal yang menurut kita baik, belum tentu baik dihadapan Allah, dan bisa jadi sesuatu yang menurut kita tidak baik itulah yang terbaik menurut Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
nah...itulah cetita yang ustadz sampaikan dalam taujih itu...
moga bermanfaat
Subscribe to:
Posts (Atom)






